Alhamdulillah pada hari Kamis, 27 Nopember 2025 pustakawan cilik SDIT Iqro dapat berkunjung ke Perpustakaan Nasional beralamat di Jl. Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Pada kesempatan kunjungan kali ini, perpustakaan SDIT Iqro membawa 22 orang murid sebagai pustakawan cilik beserta 5 orang guru pembimbing yaitu Bapak Halim Mubarroq, Bapak Suroto, Bapak Gopo Karnadi, Ibu Qowiyah, dan Ibu Istiana.

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
Dengan menempuh perjalanan yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam, rombongan pustakawan cilik berhasil tiba di gedung Perpustakaan Nasional. Atas arahan Bapak Muslim dan Bapak Atis sebagai promotor dari Perpustakaan Nasional, rombongan diarahkan untuk naik ke lantai 7, dan kami akan diterima di Bagian Layanan Anak.

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
Bapak Hamim, S.Sos. dan Ibu Prima menyambut para pustakawan cilik dan ditempatkan di area panggung kecil untuk kegiatan perkenalan dan penerimaan kunjungan.

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
Penanggungjawab romobongan, Bapak Halim Mubarroq, memberikan sambutannya sebagai ucapan terima kasih atas penerimaan rombongan dari SDIT IQRO'. Penyampaian singkat tentang tujuan kunjungan adalah pengenalan seputar Perpustakaan Nasional serta fungsi dan tugas seorang pustakawan. Sekaligus mengarahkan para pustakawan cilik untuk dapat mendengarkan, menyimak, memperdalam pengetahuannya terhadap hal-hal yang disampaikan.

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
Ibu Prima, seorang pustakawan di bagian Layanan Anak, menjelaskan beberapa materi kepada pustakawan cilik yang hadir.
Materi yang diberikan antara lain:
A. Oriientasi atau pengenalan seputar Perpustakaan Nasional
1. Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pemerintah yang melaksankaan tugas dalam bidang perpustakaan. Berfungsi sebagai perpustakaan pembina, rujukan, deposit, penelitian, pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan
2. Perpustakaan Nasional juga menjadi pusat literasi dan pengetahuan yang melakukan kajian data seputar indeks literasi masyarakat serta tingkat kegemaran membaca masyarakat.
3. Gedung perpustakaan nasional yang berada di Merdeka Selatan memiliki beberapa bentuk layanan bagi masyarakat umum maupun bagi peneliti diantaranya:
. Layanan keanggotaan dan informasi
. Layanan Anak
. Layanan Lansia dam Difabel
. Layanan Audiovisial dan mikrofilm
. Layanan buku langka
. Layanan koleksi rujukan dan ilmu perpustakaan
. Layanan multimedia
. Layanan koleksa brrkala mutakhir dan mancanegara
. Layanan koleksi monograf terbuka
. Layanan koleksi budaya nusantara

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
B. Seputar tugas seorang pustakawan
1. Pustakawan bertugas mengelola dan menyajikan informasi untuk publik (masyarakat) dengan cara mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan kolelsi bahan pustaka baik dlaam bentuk fisik maupun digital.
2. Dalam pengolahan koleksi buku, pustakawan melakukan proses sebagai berikut:
. Perencanaan pembelian buku
. Inventarisasi buku ke dalam buku induk dengan memberikan keterangan yang berisi subjek buku, status buku, dan nomer punggung buku
. Pengiriman buku ke bagian pusat jasa informasi, dimana buku tersebut akan dimasukan ke dalam area layanan buku bisa dibaca atau dipinjam.
3. Dalam hal sirkulasi, pustakawan akan memfasilitasi masyarakat dan anggota perpustakaan nasional untuk proses peminjaman dan pengembalian buku. Khusus di perpustakaan nasional, bagi anggota dapat meminjam buku dalam masa 7 hari atau dapat diperpanjang, dengan layanan pengembalian buku secara langsung ataupun mandiri tanpa hadir ke lantai layanan.
4. Gedung perpustakaan nasional ini sudah menggunakan alat canggih yang dinamakan TELELIFT yaitu sistem transportasi buku otomatis untuk mengembalikan buku yang dipinjam secara mandiri melalui Anjungan Pengembalian Mandiri (APM), setelah itu buku tersebut akan diangkut oleh alat ini ke petugas di bagian layanan penyimpanan yang dituju.

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')

(Foto: Publikasi SDIT IQRO')
Pesan yang bisa didapat pustakawan cilik SDIT Iqro dalam kunjungan kali ini adalah:
1. Perpustakaan Nasional merupakan tempat informasi dan pengembangan literasi bagi penelitian maupun pendidikan, serta rekreasi.
2. Moto "Dengan Membaca Kita Pasti Bisa"