(Desa Sarongge, Cianjur – 20 Mei 2025)
Hari kedua program pendidikan di Desa Sarongge, Cianjur, Selasa (20/5/2025), diisi dengan rangkaian kegiatan padat yang memadukan nilai spiritual, edukasi lingkungan, dan pelestarian seni budaya. Peserta yang terdiri dari murid kelas 7A dan 7B memulai aktivitas sejak subuh hingga malam hari, mencerminkan semangat belajar dan kebersamaan di tengah suasana pedesaan yang asri.
Kegiatan diawali dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid Desa Sarongge pukul 04.30 WIB, dilanjutkan dzikir bersama. Usai sarapan dan bersih-bersih, peserta berkumpul di lapangan depan Saung Sarongge pukul 06.00 WIB untuk senam pagi. Setelah istirahat sejenak, pukul 08.00 WIB, seluruh peserta berbaris rapi di lapangan sebelum menuju kebun bunga sekitar pukul 08.30 WIB. Di sana, mereka mempelajari beragam jenis bunga khas desa setempat.
Pukul 10.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan praktik menanam sayuran di area pertanian terpadu. Tidak hanya menanam, peserta juga memanen sayuran yang telah disiapkan panitia pada pukul 10.30–11.00 WIB. Kegiatan pagi hari ditutup dengan kembali ke rumah penduduk untuk istirahat.
Saat Dzuhur tiba, peserta melaksanakan sholat Zuhur dan Ashar di Mushola Desa pukul 12.05 WIB, diiringi dzikir dan istirahat makan siang. Pukul 13.30 WIB, mereka kembali ke Saung Sarongge untuk belajar membuat kecimpring (makanan tradisional berbahan dasar singkong) serta menggambar objek alam sekitar. Kebebasan beraktivitas diberikan pukul 17.02 WIB, dimanfaatkan sebagian besar peserta untuk bersiap menyambut waktu Maghrib.
Sholat Maghrib dan Isya kembali dilaksanakan pukul 17.40 WIB. Usai makan malam, peserta mengikuti latihan Tari Saman (kelas 7B) dan drama (kelas 7A) di Saung Sarongge hingga pukul 21.00 WIB. Peserta yang tidak mengikuti latihan diperbolehkan kembali ke rumah untuk tilawah dan istirahat.
Kegiatan hari kedua ini menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual, kecintaan pada alam melalui praktik pertanian, serta pengembangan kreativitas seni. “Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat desa yang sederhana namun penuh makna,” ujar salah satu panitia.
Rangkaian agenda di Desa Sarongge akan berlanjut ke hari berikutnya dengan fokus pada eksplorasi budaya lokal dan pengabdian masyarakat. Semangat peserta yang tetap energik meski menjalani aktivitas dari subuh hingga malam hari menjadi bukti keberhasilan program ini dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan.
Laporan: Tim Jurnalistik SMPIT IQRO’
Editor: Ainun Khudori, S.Ag.

Doc. SMPIT IQRO'

Doc. SMPIT IQRO'

Doc. SMPIT IQRO'

Doc. SMPIT IQRO'

Doc. SMPIT IQRO'

Doc. SMPIT IQRO'